MUTIARA KISAH DARI ASAL MULA KENABIAN MUHAMMAD SAW

Mutiara Kisah

Beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari awal mula kenabian Muhammad SAW

  1. Selayaknya bagi seorang pengajar untuk menggugah perhatian para murid dan memerintahkan untuk menghadirkan hati dan tidak lalai dari ilmu yang disampaikan. Seperti yang dilakukan Jibril kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala mendekap dan mengulang-ulang perintahnya untuk membaca.
  2. Kisah ini sangat jelas menunjukkan bahwa ayat yang pertama kali diturunkan adalah ayat-ayat di awal surat al-Alaq sebagaimana telah disepakati oleh para ulama salaf dan khalaf dan tidak sebagaimana yang diyakini oleh sebagian orang yang mengatakan bahwa yang pertama diturunkan adalah surat al-Mudatstsir.
  3. Dalam kisah di atas nampak beberapa akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masa-masa sebelum beliau diangkat menjadi nabi seperti menyambung tali silaturahmi, memikul beban orang lain yang kepayahan, membantu orang yang kesulitan, menjamu tamu, dan lain sebagainya dari akhlak-akhlak terpuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  4. Kebaikan akhlak seseorang merupakan sebab terjaganya diri dari perkara-perkara jelek yang akan menimpanya. Sebagaimana hiburan yang disampaikan Khadijah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala beliau mengkhawatirkan dirinya.
  5. Dibolehkan memuji seseorang langsung di hadapannya bila yang demikian mengandung maslahat. Seperti yang dilakukan Khadijah tatkala ia menyebutkan kebaikan-kebaikan yang selama ini dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam rangka untuk meneguhkan hati beliau yang tengah dirundung ketakutan.
  6. Kisah di atas menunjukkan kesempurnaan dan kecerdikan Khadijah, kemapanan jiwa, ketegunan hati, dan mengetahui kondisi dan keadaan, sehingga beliau menjadi pendamping hidup yang selalu memberikan dorongan di kala sang suami membutuhkannya. Maka perhatikanlah dengan baik wahai para istri, dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa meneguhkan kita semua di atas jalan yang haq.
  7. Merupakan adab, apabila seorang yang lebih muda memanggil orang yang lebih tua maka dengan panggilan “Ya Ammi” (wahai paman), untuk menghormati dan memuliakannya. Sebagaimana hal itu adalah kebiasaan baik yang dilakukan oleh masyarakat Arab bahkan sebelum datang cahaya Islam menerangi dunia ini.
  8. Kebenaran tetap harus dipegang sekalipun kebanyakan manusia meninggalkannya. Oleh karenanya, kita jangan terperdaya dengan banyaknya manusia yang tersesat dan jangan berkecil hati dengan sedikitnya pengikut kebenaran. Di awal mula diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi, banyak manusia yang mengingkarinya bahkan mengusir beliau. Namun, kebenaran tersebut suatu saat akan nampak dan manusia akan mengakui kebenaran tersebut. Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUJUAN WISATA MENARIK

Orang Musyrik Yang Menghambat Dakwah Islam Dan Pelajaran Yang Bisa Kita Ambil

Matahari Yang Tertunda Terbenamnya